Senin, September 15, 2008

SEPATAH KATA

Indukan Anthurium di Kembaran Jogja


Salam Sejahtera,
Saudaraku ... Sejak krisis ekonomi 1998, permintaan terhadap aneka jenis tanaman hias mengalami peningkatan yang sangat pesat dan mencapai puncaknya di tahun 2006-2007, nursery menjamur dimana-mana, event pameran dan bursa tanaman hias berlangsung silih berganti sepanjang tahun. Beberapa jenis tanaman hias muncul sebagai tanaman idola, baik yang sudah lama digemari seperti adenium, euphorbia, aglaonema, anthurium, sanseviera bahkan puring.

Bagaimana mungkin, selembar daun aglaonema harlequin sampai dihargai 15 juta rupiah, atau adenium berbonggol cantik yang laku 50 juta bahkan indukan anthurium jenmani cobra laku terjual 1,3 milyard …
its fantastic, blessing in disguise..
Memang demikianlah realita yang terjadi pada berbagai jenis tanaman hias, meroket naik pamor dan jadi bahan perburuan banyak orang. Disatu pihak daya beli sebagian besar masyarakat di Indonesia semakin melemah, namun dilain pihak kaum menengah keatas seolah-olah tak menggubris dan merasakan hal itu, banyak orang yang mengalami entrance atau bahkan jadi kesurupan tanaman hias, termasuk juga penulis blog ini. Kegemaran dan hobbi tanaman hias telah mewabah dan menjadi demam massal seolah-olah menjadi ‘trend’ kebutuhan hidup yang dapat mengangkat gengsi dan status social mereka.

Peluang inilah yang kemudian digarap dan dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis tanaman hias. Bahkan lantaran menjanjikan keuntungan yang lumayan gedhe, lahan bisnis baru inipun segera mengundang kalangan awan termasuk para ibu rumah tangga untuk ikut-ikutan meramaikannya. Masyarakat yang semula menekuni tanaman hias hanya sebatas hobi kemudian banyak yang tergiur dan ikutan terjun bisnis jualan aneka tanaman hias.

Secara tidak langsung efek ganda bisnis inipun segera menggelinding, mulai dari yang berskala kecil sampai besar. Pengusaha racikan media tanam dan pupuk rumahanpun jadi ikutan terseret naik daun megauk untung, sementara para grower sibuk menyemaikan biji (adenium, anthurium) dan berharap mempunyai stok bibit dalam jumlah ribuan. Lihatlah disekitar anda, kini banyak sekali pedagang tanaman hias keliling dengan gerobak atau naik motor yang keluar masuk kampung, perumahan bahkan real estate menawarkan aneka jenis tanaman hias yang lagi trend seperti anthurium, adenium, euphorbhia, sanseviera, aglaonema bahkan puring kuburan ikut2an mejeng.

Booming tanaman hias memang terjadi secara alamiah sesuai dengan hukum pasar. Perbincangan mengenai tanaman hias menjadi semakin seru dan menarik karena didalamnya bermain unsur kolektor, hobies, spekulan, bisnis dan gengsi prestisius. Jadi apakah anda juga merasa tertarik dan tertantang untuk ikutan terjun didalamnya?!.

Ouh tanaman hiasku .. kesan pertama begitu menggoda,
namun selanjutnya terserah anda, sumonggo kerso !!!

Teras Atas Rumah di Kembaran Jogja - Full Flowers






Kebun Adenium di Kembaran Jogja

10 komentar:

ivan aries mengatakan...

sudah saatnya kita memanfaatkan sumberdaya alam dan manusia Indonesia dengan membangun desa dari sektor agrobisnis, energi, dan pangan.

Imbas krisis ekonomi global semakin nampak nyata pengaruhnya pada perekonomian Indonesia. Dalam hitungan bulan, satu persatu perusahaan bakal bertumbangan.
Ratusan ribu pekerja terancam PHK. Mereka bakal kehilangan sumber pendapatan. Daftar pengangguran makin panjang. Tak hanya itu, pelacuran bakal tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Tindak kejahatan pun mengintai. , orang harus mengambil alternatif untuk mengamankan hidupnya, mengamankan ekonomi keluarga. Jika mereka berasal dari kelas menengah (midle), akan memilih strategi alternatif income sebagai sumber keuangan keluarga. Misalnya menjadi pedagang Kaki-5, buka warung dan menjadi sales.
Berbeda dengan keluarga kelas bawah. PHK dikhawatirkan bakal memunculkan kasus kejahatan. Semakin banyak masyarakat bawah terkena PHK, tingkat kerawanan kejahatan semakin meningkat tajam. Mereka yang tergolong masyarakat paling bawah di antaranya tukang cuci, tukang kebun, satpam dan pekerja kasar. “Memilih kejahatan karena mereka tidak memiliki alternatif apa pun sebagai sumber pendapatan. Mau usaha modal tidak ada. Inilah jalan yang paling gampang. Jika terjadi PHK besar-besaran, angka kejahatan meningkat tajam. Kota-kota besar akan diserbu sektor informal.
kalau pemerintah tidak siap, kemiskinan akibat kesulitan ekonomi akan menimbulkan kriminalitas dimana-mana. Karena itu pemerintah dianjurkan menjaga kestabilan pengamanan, terutama pada beberapa sektor industrial yang ada seperti sektor pariwisata, agro bisnis dan ekonomi informasi.

Jual Tanaman Hias mengatakan...

Mari kita lestarikan tanaman hias indonesia

Bunga Rawa Belong mengatakan...

mantaff pisan euy semua tanaman hias di sini.
Salam mesra dari negeri bunga rawa belong.

sari mengatakan...

nice post
please visit this
repository unand
thanks....

Pogan Jaya Disuma mengatakan...

Kami menerima penanaman rumput gajah mini,rumput gajah biasa/paitan,rumput golf,dan rumput swiss dengan sekala yang luas & harga yang terjangkau
sangat cocok untuk lapangan golf, taman hotel & resort,villa, taman kantor & taman
rekreasi lainya

kami juga menerima pemesanan aneka macam jenis rumput,palem dan aneka tanaman hias

www.rumputgolf.weebly.com
lokasi medan,sumatera utara

Untuk info hubungi 0852 7506 1008

Anonim mengatakan...

Cantik bunganya..

hamzah mengatakan...

mantaps, mau coba ah, siapa tau bisa sukses juga, salam kenal

id card murah mengatakan...

terimakasih informasinya

Den Wa mengatakan...

Nambah pengetahuan lagi nih, tentang tanaman hias,, menggiurkan.. Mungkin suatu saat aku bisa berkecimpung di dunia ini..

Prospek Budidaya Merpati Potong Yang Sangat Menguntungkan

walah mengatakan...

saya masih engak habis pikir untuk tanaman hias ternyata harganya bisa seharga mobil, dan yang saya bingung, itu kan tanaman hias cuma bisa diliatin, kalo di naikin bisa rusak dia