Senin, September 15, 2008

BISNIS TANAMAN HIAS




Saya heran, kenapa kalau kita menyebut berjualan tanaman hias maka yang langsung muncul di kepala kita adalah orang yang menjajakan tanaman di gerai-gerai di pinggir jalan atau di sentra-sentra tanaman hias? Tidak salah juga. Tapi nyatanya pebisnis tanaman hias yang sukses tidak selalu harus menyewa gerai baru bisa menjualnya seperti kisah yang saya uraikan barusan. Menjual tanaman orang lain untuk mendapat komisi nyatanya juga bisa jadi model bisnis menarik. Berikut beberapa model bisnis yang lazim dikenal di dunia tanaman hias : 

Tinggalkan Cara Lama Gunakan Sosmed

 Jualan Online via Facebook Group PLAN
Pusat Lelang Adenium Nusantara

Sharing Informasi Hobbies Tanaman Hias 
Mengguanakan Media Website dan Blog

Untuk memasarkan dan menjual aneka produk tanaman hias anda sebaiknya mulai tinggalkan cara-cara konvensional jadul yang tidak efektif dan cenderung high cost buang2 duit saja. Manfaatkan kemajuan teknologi informasi dan internet dengan menggunakan aneka aplikasi sosial media seperti Facebook, Instagram, Youtube, WhatsApps, Line, dan aplikasi sosial media lainnya.  Melalui facebook anda bisa memposting iklan produk anda secara free gratis dan bisa dilengkapi dengan gambar foto maupun tampilan video, saat ini ada banyak facebook group, misal untuk hobbies tanaman adenium dapat bergabung di FBGroup : Adenium Indonesia, Adenium Nusantara, PLAN (Pusat Lelang Adenium Nusantara) dll yang dapat anda manfaatkan sebagai media promosi penjualan produk tanaman hias anda, demikian juga untuk aneka tanaman hias lain (aglaonema, anthurium, sansiviera, puring, bonsai, dll) sudah sangat banyak tersedia facebook groupnya.
Melalui media Youtube anda bisa membuat content video yang menarik, bisa berupa tips trik budidaya tanaman hias tertentu, jadi tidak semata-mata berbisnis tapi juga sharing ilmu, edukasi, toturial kepada sesama hobbies tanaman hias sekaligus mempromosikan aneka produk dagangan anda.  Melalui Instagram anda dapat mengupload di instastory berbagai foto2 dan video terbaik dari koleksi tanaman hias anda untuk memikat calon buyer, demikian juga dengan bergabung di WhatsApps Group anda bisa berbagi tips trik dan sharing foto untuk mempromosikan produk anda. 

Sewa dan Buka Gerai Tanaman Hias. Ini cara paling konvensional. Jual tanaman hias dengan cara menyewa lapak di tempat terbuka. Kalau Anda punya nyali dan mau sedikit nekad, bisa gunakan lahan kosong milik pengembang yang tidak difungsikan atau lahan kosong milik siapa saja. Cuma konsekuensinya, Anda harus siap-siap dikejar petugas Trantib dan berurusan dengan para preman. Jelas, cara ini tidak dianjurkan. Yang paling baik, sewa saja secara resmi lapak-lapak di sentra-sentra tanaman hias yang juga resmi. Di Jabodetabek misalnya ada di Ragunan, Jakarta Selatan; Flona Alam Sutera, Serpong Tangerang dan Pusat Tanaman Hias BSD City di Kompleks Taman Tekno.  Hitungan untuk tahun 2007, rata-rata sewa per tahun antara Rp. 5 sampai 10 juta untuk setiap kapling. Kalau lahan sudah habis di tempat resmi tadi, Anda bisa ‘membeli hak pakai’ pada penyewa lama secara bisik-bisik. Dengan catatan, penyewa lama sudah bosan, tentu saja. Harga beli ‘hak pakai’ juga bervariasi antara Rp. 20 juta sampai Rp. 100 juta per kapling. Menyewa lapak di sentra penjualan tanaman hias resmi, selain tidak dikejar-kejar petugas Trantib, Anda juga tidak perlu repot-repot promosi. Karena sentra tanaman itu sendiri sudah mampu mengumpulkan pengunjung. Paling tidak, kalau Anda belum punya pelanggan, kalau nasib baik, ada pelanggan tetangga kesasar masuk ke gerai Anda. Yang perlu Anda lakukan tinggal memajang tanaman-tanaman yang bagus, memasang karyawan yang ramah dan membuat gerai Anda menyenangkan.

Sewa Stand dan Ikut Pameran. Pameran Tanaman Hias merupakan ajang promosi dan ajang penjualan yang bagus. Pihak penyelenggara melakukan banyak promosi untuk mengudang konsumen datang. Kalau Anda sewa stand dan buka pameran di situ, bukan mustahil gerai Anda dikunjungi orang, dan tanaman Anda dibeli orang. Sekadar informasi, di Jabodetabek, sewa stand saat ini berkisar antara Rp. 750rb sampai Rp. 3 jt, untuk ukuran gerai 3 x 5 meter, selama pameran berlangsung antara 7 sampai 10 hari. Di Jakarta ada beberapa event pameran tanaman yang berskala nasional, seperti Pameran Flora Fauna di Lapangan Banteng setiap bulan Agustus, atau pameran-pameran tanaman hias yang diselenggarakan Majalah Trubus. Tapi banyak juga pameran-pameran serupa yang diselenggarakan oleh Pemda, Supermal, atau event-event organizer, di banyak tempat. Kalau Anda berminat, silakan saja hubungi penyelenggaranya. Yang perlu Anda lakukan, selain menyiapkan tanaman hias andalan adalah mencetak kartu nama untuk disebar. Jangan lupa cetak nomor telepon Anda jelas-jelas, agar setelah pameran usai, tanaman Anda tetap dibeli orang.

Open House = Buka Nursery di Rumah. Open house atau buka nursery di rumah sendiri paling enak. Anda bisa setiap hari menongkrongi, memantau, dan menerima pembeli. Kalau bisnis Anda laku, Anda boleh bilang pada keluarga di rumah yang ikut menyaksikan, bahwa jadi pedagang tanaman hias tidak hina. Cara ini gampang dilakukan bila Anda punya pekarangan atau lahan yang memenuhi persyaratan. Tapi bagi yang tidak punya lahan, bisa bikin dak. Enaknya, para tetangga yang lewat dan melihat, atau handaitaulan yang kebetulan mampir bisa menjadi pengiklan bisnis Anda. Syukur-syukur mereka juga ikut tergerak untuk membelinya, bukan malah memintanya secara gratis. Jika yang terakhir ini terjadi, jangan sekali-kali Anda mengabulkannya. Lebih baik Anda menjual kepada mereka dengan harga miring atau rugi, daripada memberinya cuma-cuma. Jangan sampai yang kemudian menjadi berita dari mulut ke mulut adalah bahwa tempat Anda adalah tempat yang tepat di mana orang bisa mendapatkan tanaman secara gratisan. Dengan menjual murah atau rugi, sedikitnya, yang akan menjadi berita adalah tempat Anda tempat menjual tanaman dengan harga murah. Keuntungan lain dengan memilih cara ini, Anda tentu saja tidak perlu buang beaya untuk menyewa lapak. Juga, kalau sedang tidak ada pembeli, Anda bisa menikmati keindahan setiap hari. Kerugiannya: istri, mertua, anak atau cucu Anda bisa terganggu ruang geraknya. Anda juga harus mulai bersiap-siap memiliki rumah seperti hutan belantara. Cara ini juga bisa dilakukan secara luwes. Misalnya, kalau Anda masih ngantor, atau punya usaha lain, Anda bisa hanya open house pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Nitip ke Penjual Tanaman Hias. Ini cara paling aman, terutama jika Anda tergolong hobiis pembosan. Jadi kalau ada tanaman yang Anda anggap sudah menjemukan, Anda bisa mereka untuk memasarkannya. Cara nitip teman juga pas jika Anda tergolong pemalu, atau masih malu-malu menjadi pedagang tanaman hias. Keuntungannya, rumah Anda nyaman, dan Anda tak perlu mengeluarkan beaya sewa lapak. Jeleknya, kalau tanaman Anda tersia-sia di tempat ‘penitipan’. Bahkan bukan tidak mungkin, orang-orang yang Anda titipi malah men’curi’ tanaman Anda dengan memotong bonggol atau akarnya tanpa Anda ketahui. 

Menggaji Tukang Gerobak Keliling. Ini cara paling jitu kalau rumah Anda sempit, dan Anda tidak punya kebun sendiri. Bikin gerobak dorong, dan panggil para pengangguran yang tinggal di sekitar Anda untuk diajak menjadi pedagang keliling tanaman hias. Suruh mereka masuk ke perumahan-perumahan menjajakan tanaman Anda. Dewasa ini banyak orang senang tanaman hias tapi terlalu sibuk untuk mendatangi nursery. Mereka adalah pasar potensial Anda. Enaknya, setiap hari Anda menerima setoran dari para penarik gerobak dorong.Kalau setiap gerobak menyetor Anda uang Rp. 1 juta saja sehari, kita sudah bisa bayangkan, betapa indahnya bisnis tanaman hias. Dari sana sekaligus Anda juga bisa mendapat info tanaman apa yang disukai dan mana yang tidak disukai. Yang disukai, segera belanja di tempat penjualan grosir tanaman hias. Risikonya, kalau penarik gerobak kabur beserta gerobaknya Anda bisa gigit jari. Tapi Anda bisa cegah duluan dengan menyimpan fotokopi KTPnya. Kalau ada apa-apa, tinggal lapor polisi.

Jadi Team Hunter atau Buser. Kalau Anda ingin dapat untung dari berjualan tanaman hias tapi modal cekak atau tidak punya modal sama sekali, cara ini bisa dilakukan. Yaitu dengan menjadi seorang hunter (pemburu) atau buser (buru sergap) tanaman hias. Pada dasarnya hunter maupun buser adalah makelar atau istilah kerennya, brooker. Modalnya, informasi dan sebuah hand phone yang bisa kirim foto melalui MMS (Multimedia Messaging Service). Dengan model bisnis ini, Anda bahkan tidak harus punya tanaman sendiri.

Buka kebun khusus sendiri di daerah pinggiran. Cara ini mungkin termasuk cara paling mahal. Karena kita harus menyewa atau memiliki lahan luas di daerah pinggiran di mana harga atau sewa tanah masih murah. Tapi percayalah, meski di dearah pinggiran sekali pun, kalau koleksi tanaman hias Anda bagus, orang akan tetap memburunya. Bak syair lagu: “Ke gunung kan kudaki, ke laut kan kuseberangi….” Keuntungannya, Anda bisa memilih konsumen yang datang ke kebun Anda. Kalau Anda sedang capek Anda bisa mengatakan nursery Anda tutup, Anda sedang di luar kota atau alasan-alasan lainnya. Bahkan Anda bisa menyeleksi pembeli Anda. Keuntungan lainnya, kalau orang sudah jauh-jauh datang ke tempat Anda, sudah pasti mereka juga akan berbelanja cukup banyak.

Buka kebun, sekaligus buka kedai kopi atau Galeri. Kalau kondisi keuangan memungkinkan, dan lokasi mendukung, selain buka kebun dan jual tanaman, Anda bisa menambah fasilitas lain seperti kafe atau kedai kopi, atau galeri lukisan. Jadi, selain berburu tanaman, pengunjung bisa minum kopi, atau beli lukisan. Di Bandung ada All About Strawberry. Bapak Ibu beli tanaman strawberry, anak-anak bisa minum juice strawberry. Di Baturaden, Purwokerto ada Puspa Tiara Nursery yang menyediakan bakso dan kopi. Istri beli tanaman, anak-anak makan bakso dan suami bisa ngopi. Semua happy.


Menjajakan dengan Sepeda Motor atau Mobil.  Cara bisnis seperti ini boleh dicoba kalau Anda tidak punya lapak. Kita ambil dagangan di tempat kulakan, lalu menjajakan secara keliling dengan sepeda motor, atau mobil. Sasarannya, pedagang-pedagang tanaman hias kaki lima. Atau masuk ke pedagang-pedagang yang sedang buka stand pameran karena terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk kulakan. Kita bisa jual per lima atau sepuluh pot. Tak usah untung banyak, asal penjualan lancar dan pembayaran bagus, sudah aduhai. Modalnya, cuma tahu tempat kulakan, tahu di mana sasaran kita berada, dan punya sepeda motor atau mobil yang bisa kita pakai. Kalau Anda bisa ngutang dulu di tempat kulakan, lebih asoy. Jadi Anda tak perlu mengeluarkan modal. Tentu saja, Anda harus langsung membayarnya begitu Anda menerima uang.

Bikin Website atau Blog. Kalau mau memasarkan tanaman Anda ke pasar lebih luas, Anda bisa bikin website. Di situ Anda bisa pasang foto-foto tanaman di situ, dilengkapi deksripsi dan harganya. Bikin website tidak mahal. Anda paling cuma harus bayar seorang desainer web, suruh bikin web. Lalu hubungi dan bayar pihak web hosting, agar website Anda bisa disiarkan ke seluruh dunia. Keuntungan lain kalau punya website, Anda malah bisa jadi brooker. Tanaman punya teman yang mau dijual difoto, gambarnya pasang di situ. Kalau laku, Anda dapat komisi. contoh webblog tanaman hias www.kembang-mekar.com


 Pasang Iklan di Internet. Punya tanaman, tapi tidak punya gerai, atau malu mejeng di pameran, tidak bisa bikin gerobak boro-boro punya website? Gampang saja. Pasang iklan baris di Internet. Dewasa ini banyak portal-portal tanaman hias yang bersedia memasangkan iklan baris Anda secara gratis. Contohnya, Trubus Online (http://www.trubus-online.com), dan juga di websitenya LangitLangit.Com (http://www.langitlangit.com) . Syaratnya cuma satu: Anda tidak gaptek Internet. Kalau cuma tidak punya Internet, gampang, datang saja ke Warnet atau bawa laptop dan bayar voucher sewa hot spot yang banyak dimiliki supermal atau kafe. Untuk saat ini pelapak atau pedangang sudah terbiasa memanfaatkan beberapa media online shop untuk iklan produk dagangannya baik yang berbayar maupun yang gratisan seperti di : OLX, BUKALAPAK, TOKOPEDIA, dan lain sebagainya. Silahkan pilih media iklan mana yang sesuai dengan kemampuan budget dan target pasar anda, selamat mencoba. 

Dikutip dan dirangkum kembali dari berbagai sumber
© Dhani Hamdhani, 09/2008 – Telah diedit kembali 11/2018



4 komentar:

rachmatullah mengatakan...

aku juga sempat menikmati trend tanaman hias, kalo sekarang untuk hobi saja...

http://horteens.wordpress.com

Ghirank Suryo Pratomo mengatakan...

serius gan :)
saya jual berbagai macam jemani dan hokery silvit..
sedang semua ukuran tanamannya..
minat bisa inbox email saya..
ghirankLG@yahoo.com
area magetan kota,jawa timur..
bisa ane foto masukan email/fb dan bisa ane antar lwt via pengiriman jne/tiki.

Gadis Manis mengatakan...

pengen punya macam tanaman dirumah...

tapi bingung -_-

Gadis Manis mengatakan...

pengen punya banyak tanaman hias..
bisa ambil gratis nggak ya
^_^

SEPATAH KATA

selanjutnya terserah anda, sumonggo kerso !! Foto Telah Diperbaharui Release 2018 Salam Sejahtera, Sauda...